Potrat-potret dunia pr******si
Jadi orang alim dan saleh itu harus. Namun, bukan
berarti menutup diri untuk tahu kehidupan malam yang berkonotasi kemaksiatan.
Yang penting, kan niatnya.
Ketika “mroyek” penulisan buku tentang berbagai
‘permasalahan sosial’ beberapa waktu silam, salah satu obyek peliputan yang
harus digali informasinya adalah tentang aktivitas prostitusi di beberapa kota,
mulai dari prostitusi yang bersifat berthel prostitution (rumah bordil),
clandestein prostitution (pelacuran terselubung), hingga street prostitution
(prostitusi pinggir jalan).
Surabaya Undercover
Waktu di Surabaya, saya tertarik memantau lelaku
kehidupan segelintir kupu-kupu malam di kota itu. Perjalanan dimulai di Tugu
Gubernur Suryo. Katanya di tempat ini, bisa kenalan dengan perempuan-perempuan
bispak. Tapi itu tiga tahun silam. Sekarang, konon sudah tak menjadi tempat
mangkal para penjaja kenikmatan malam.
Tugu
Gubernur Suryo. Beberapa tahun lalu, di tempat ini bisa melakukan transaksi
dengan perempuan-perempuan bispak.
Di Dolly
berbekal relasi sebagai jurnalis, saya coba kenalan dengan salah seorang key
person di salah satu kompleks lokalisasi terbesar di Indonesia ini. Beberapa
momen pun sempat kuabadikan. Lagi-lagi dengan cara diam-diam. Soalnya tidak
enak, jika mencolok. akan mengganggu aktivitas orang-orang di sana.
Ironi Pekerja Prostitusi
Waktu
jalan-jalan ke beberapa tempat prostitusi di beberapa kota, sebenarnya lebih
banyak sisi pilu yang dijumpai dari pada sisi ceria. Jadi, please, bangun ulang
imej anda tentang dunia malam itu. Salah satunya, anak-anak yang lahir dari
rahim pekerja prostitusi. Yang, tentu saja, kadang tidak begitu jelas sperma
lelaki mana yang membuahi sel telur sang mama. Seperti yang terekam dalam
potret ini. Maaf, tempat di mana momen ini saya abadikan, harus saya
rahasiakan. Dan, wajah si ibu pun harus saya sembunyikan. Semoga, bisa menjadi
bahan pertimbangan bagi anda dalam mendekonstruksi ulang pemahaman ttg dunia
prostitusi, yang ternyata juga penuh dengan air mata dan kesedihan……
Batam Clandestein Prostitution
Pernah dengar tentara klandestein-nya Fretilin, di
zaman pergolakan Timor Timur dulu? Kata “klandestein” (clandestein) ternyata
juga dijumpai dalam pergulatan dunia prostitusi. Maknanya, terselubung. Tentara
klandestein-nya Fretilin punya konotasi tentara terselubung (bawah tanah) dan berkeliaran
di kota tanpa diketahui identitasnya. Sedangkan dalam konteks prostitusi,
keterselubungan itu bermakna profesi sampingan atau profesi utama yang
mendompleng profesi lain, misalnya pramuwisma (pelayan) di cafe, klub malam,
atau pujasera seperti yang ada di Kota Batam.
Memang, tidak semua dari mereka itu punya profesi
ganda sebagai pecun atau “neneng-neneng” (di kawasan Kep. Riau, PSK disebut
sebagai “neneng-neneng” karena sebagian besar dari mereka datang dari Jawa
Barat). Namun, sudah bukan rahasia umum, jika segelintir dari mereka bisa
diajak indehoy di hotel-hotel yang ada di Kota Batam, juga Kota Tanjungpinang.
***
Perempuan Malam di Tepi Makam
Perempuan malam di pinggir makam
Berjalan lamban nakal menggoda
Berjalan lamban nakal menggoda
Disambut tawa renyah memecah langit
Semua noda coba dibersihkan
Namun masih saja terlihat kotor
Yang datang tak mampu ia tepiskan
Semua noda coba dibersihkan
Namun masih saja terlihat kotor
Yang datang tak mampu ia tepiskan
sore
menjelang jam kerja di kompleks makam tempat mereka mengais rizki
Hangatkan tubuh di cerah pagi
Pada matahari
Keringkan hati yang penuh tangis
Walau hanya sesaat
Pada matahari
Keringkan hati yang penuh tangis
Walau hanya sesaat
Segelas kopi sebatang rokok
Segurat catatan yang tersimpan
Perempuan malam menunggu malam
Untuk panjangnya malam
Segurat catatan yang tersimpan
Perempuan malam menunggu malam
Untuk panjangnya malam
lokasi
transaksi: sebuah kompleks permakaman???
Perempuan malam diikat tali
Di hidup di mimpi di hatinya
Aku hanya lihat dari jembatan
Tanpa mampu untuk melepaskan
Di hidup di mimpi di hatinya
Aku hanya lihat dari jembatan
Tanpa mampu untuk melepaskan
Perempuan malam nyalakan api
Perempuan malam di tepi malam
Perempuan malam di tepi malam
warung transaksi (di sebuah tempat
di Kabupaten Batang)
***
copas dari:
http://kalipaksi.wordpress.com







Komentar
Posting Komentar