Berburu Kupu-kupu Malam Saat Temaram


Jalan menuju komplek Sarkem. (Foto : JH Kusmargana)
SARKEM memiliki pesona yang tak dipunyai lokasi prostitusi kota lain di tanah air. Tempatnya yang berupa lorong gang sempit membuat suasana perburuan kupu-kupu malam di Sosrowijayan III menjadi lebih menantang. Para wanita cantik berdiri berjajar di tepian gang seakan menyambut siapa saja yang datang. Sedikit nakal mereka terkadang pura-pura bersenggolan dengan para pengunjung. Aroma wangi tubuh mampir ke hidung, desahan manja keluar dari bibir merah yang terdengar cukup dekat dari telinga.
Lambaian jari lentik para PSK juga sesekali terlihat dari balik kaca teras pondokan yang pintunya sedikit terbuka. Pemandangan dari lorong sepanjang kurang lebih 300 meter ini seperti akan terus ditemui hingga nantinya sampai di ujung gang.
Susilo (45), salah seorang pria warga Bandung yang kerja berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain ini mengaku, Sarkem beberapa tahun belakangan ini cukup mencuri perhatiannya. Kendati sudah memiliki istri dan anak, namun ia sering melepas penat untuk mencari hiburan esek-esek di Sarkem saat sedang tugas di Yogyakarta.
Menurut lelaki yang bekerja di salah satu perusahaan swasta nasional tersebut, wanita-wanita keluaran Sarkem memiliki paras yang cantik, muda serta ramah. Soal harga menurutnya itu nomor dua, namun perhatian di ranjang itu yang utama. “Enak diajak ngobrol. Kedekatan seperti inilah yang kita inginkan, jadi kita sama-sama dibuat nyaman,” kata Susilo.
Ia sendiri menggaku selalu memilih hotel di kawasan Sosrowijayan. Selain suasananya nyaman, letak yang strategis membuat mobilitiasnya dalam bekerja menjadi cukup terbantu.
Suasana boring selalu menghinggapinya saat akhir-akhir tugas di kota ini. Saat itulah ia biasa mengusir sepi dengan menyewa seorang PSK Sarkem. Awalnya Susilo sempat canggung dan merasa bersalah terhadap keluarga, namun karena tuntutan biologis terlebih jauh dari istri berhari-hari memaksa ayah seorang anak ini melakukan hal tabu itu.
Susilo mengaku memiliki wanita langganan yang siap menemaninya kapan saja. Namun jika sedang ingin ganti ‘partner’, tak jarang dirinya juga hinggap di pelukan kupu-kupu malam lainnya. “Saya suka wanita yang masih muda dan wajahnya oriental,” ujarnya.
Untuk yang satu ini ia punya cara agar berhasil mendapat buruannya. Menurutnya, PSK Sarkem dengan usia sekitar 18 tahun hingga 22 tahun akan muncul pada jam-jam diatas pukul 24.00 WIB, namun jika dibawah waktu itu biasanya yang sering mangkal adalah wanita-wanita yang sudah cukup dewasa dan berumur.
Wanita malam berusia muda tersebut lebih tertutup dalam membawa diri, lantaran mereka merupakan PSK pendatang alias hanya mangkal dan tidak tinggal di pondokan Sarkem. Biasanya mereka akan mudah ditemui di sisi selatan Sarkem yakni di sekitar Jalan Sosrowijayan.
Di sana banyak terdapat cafe serta tempat nongkrong yang dijadikan lokasi kumpul mereka. Tak jarang dari mereka ada yang statusnya sebagai mahasiswi maupun SPG. Tarif kencan yang kelasnya seperti ini cukup malah, berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu.
Lain cerita dikatakan Bambang (32). Pemuda yang berprofesi sebagai wiraswastawan di Yogyakarta ini mengaku keberadaan Sarkem cukup membantu orang-orang seperti dirinya yang hingga kini belum memiliki pasangan hidup. Jika kebutuhan biologis memanggil, maka ia rela malam-malam menembus dingin demi mencari kehangatan di Sarkem.
“Awalnya tahan, namun lama-lama tidak kuat juga. Pengunjung yang seumuran seperti saya banyak, yang tua juga ada. Anak seumuran mahasiswa juga banyak,” katanya sambil menghisap rokok dalam-dalam.
Sebagai warga lokal terkadang ia takut jika kebiasaannya itu diketahui tetangga rumah. Agar tak terlihat, Bambang datang ke Sarkem dengan mengenakan jaket dan tak lupa memakai topi. Sepeda motornya pun tak diparkir dekat lokasi, namun ia memilih menitipkan kendaraannya di halaman parkir Stasiun Tugu Yogyakarta. Dengan berjalan sedikit ke selatan ia sudah bisa sampai ke Sarkem dan syahwatnya pun terpenuhi. (M-1)

http://krjogja.com/liputan-khusus/pasar-kembang/2514/berburu-kupu-kupu-malam-saat-temaram.kr 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAMUS BESAR SINGKATAN dunia SPA

ealah.... corat-coret aja sampai ndoweh trus ngiler ....